Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juli 2010

Menerima Orang Lain Apa Adanya

Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah. Pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang. Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya. Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana kamu tinggal sekarang?”. Mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa. Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu kaki. Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat. Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan dengan pekerjaan yang menjanjikan. Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik seperti apapun. Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya. Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna. (kutipan dr kangyoyok)

Rabu, 22 April 2009

Kolonel Sanders



Kolonel Sanders adalah pendiri Kentucky Fried Chichen yang sangat terkenal. Menurutmu, bagaimana ia bisa setenar sekarang? Apakah ia lahir didalam keluarga kaya yang memungkinkannya mewujudkan segala cita-citanya dengan mudah? Atau, mungkin ia adalah orang yang beruntung begitu saja tanpa melakukan apa-apa? Mungkin pemikiran orang banyak seperti itu, tapi cerita sesungguhnya sangat menarik dan jauh dari hal semacam itu. Ia tidak memcapai semua itu sebelum mencapai usia 65 tahun, Pada sat itu, ia hidup prihatin dan nyaris bangrut. Akan tetapi, ia tidak putus asa layaknya orang-orang diusianya. Ia ingin terus berusaha dan bertanya pada dirinya.
  • Apa yang harus ia lakukan dalam keadaan seperti itu?
  • Bagaimana ia dapat mengubah semuanya dalam sekejap namun berarti?
  • Bagaimana ia dapat hidup denagn layak?
Lalu muncullah sebuah gagasan untuk menjual dan membuka restoran dengan mengajak orang berkerja sama, dan memungkinkan ia bisa mendapatkan bagian yang pantas dari resep karyanya itu. Ia mulai berkerja. Disini bedanya. Banyak orang memiliki gagasan bagus namun tinggal diam. Tapi, ia tidak berhenti. Ia menjalankan aksinya diusianya yang sudah kepala enam. Ia mulai bergerak menawarkan resep ayam goreng itu keberbagai restoran, dengan hanya bermodal kata-kata dan keyakinan. Semua orang menertawakan dianggap kakek tua pikun yang aneh, yang dengan tongkat dan baju putihnya datang untuk menawarkan resep ayam goreng. Tahukah bahwa perjalan menawarkan ayam goreng ini berlangsung dua tahun lebih? Dan ia menerima penolakan yang menyakitkan, terkadang bahkan sangat tidak sopan, sebanyak 1.009 kali?. Bayangkan , ditolak 1.009 kali kurasa dibutuhkan manusia yang luar biasa untuk dapat menjadi seperti dia, bukan? "Tapi itulah yang membuatnya berhasil."
(dikutip dari buku Deddy Corbuzier = Mantra)

Rabu, 06 Agustus 2008

Resiko

Hidup beresiko mati Tertawa beresiko tampak bodoh Menangis beresiko tampak sentimentil Membantu orang lain beresiko terlibat Mengungkapakan perasaan beresiko memaparkan diri sebenarnya Mencintai beresiko cinta tdk dibalas Mengharap beresiko putus asa Mencoba beresiko gagal Bencana terbesar dalam hidup adalah tdk beresiko apa-apa, Tapi resiko harus diambil. Mereka mungkin terhindar dari penderitaan dan kesedihan, tapi mereka tidak belajar, merasa, berubah, tumbuh, mencintai atau hidup. Jika pikiran kita dipenuhi rasa berani, rasa takut akan terlupakan.

Minggu, 27 Juli 2008

Pensil

Perumpamaan Pensil Pembuat pencil menyampaikan pesan kepada pencil sesaat sebelum memasukkan kedalam kotak.Ada 5 hal yang hrs kamu ketahui sebelum saya mengirim kamu ke dunia. Selalu ingat ini dan jangan pernah kamu melupakan. Maka kamu akan menjadi pensil terbaik.
  1. Kamu akan bisa mengerjakan banyak hal hebat. tapi hanya kalau kamu membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.
  2. Kamu akan merasa sakit setiap kali diraut, tp kamu memerlukan itu untuk bisa menjadi pensil yang lebih baik.
  3. Kamu akan bisa memperbaiki setiap kesalahan yang kamu lakukan.
  4. Bagian yg paling penting dr kamu akan selalu berada di dalam.
  5. Pada setiap permukaan dimana kamu digunakan, kamu hrs meninggalkan jejak. Apapun kondisinya kamu harus terus menulis.

Pensil mengerti dan berjanji untuk selalu mengingat pesan itu. lalu masuk ke dalam kotak dengan dgn tujuan di hati. Sekarang ganti pensil itu dgn diri kita sendiri. Selau ingat pesan itu dan jangan pernah lupa, dan kita akan mjd orang yang paling baik.

  1. Kita akan banyak mengerjakan banyak hal hebat, tp hanya jika kita membiarkan diri kita berada dalam tangan Tuhan. Dan membiarkan manusia lain agar mengakses kita utk banyak anugrah yg kita miliki.
  2. Kita akan mengalami sakitnya ditajamkan dr waktu ke waktu, dgn melalui berbagai pengalaman, tp kita memerlukannya untuk mjd orang yg lebih kuat.
  3. Kita akan dapat megoreksi setiap kesalahan yang kita perbuat.
  4. Yang paling penting dr kita hati dan jiwa adalah apa yang selalu ada di dalam.
  5. Pada setiap permukaan yang kita lalui, kita hrs meninggalkan tanda. Apapun situasinya, kita hrs terus mengerjakan kewajiban kita.